About

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memegang peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Selain itu tingkat pemerataan dalam proses pembangunan yang dilakukan juga tidak kalah pentingnya dalam membawa rasa keadilan bagi masyarakat Indonesia secara luas, yang pada kenyataannya mungkin saja belum mendapatkan kesempatan yang memadai untuk berkembang.

Sistem ekonomi dan keuangan syariah memiliki keunggulan inheren dalam hal keadilan, dorongan usaha, profesionalitas dan transparansi, namun sampai saat ini baru beberapa negara yang menerapkan konsep ini secara utuh. Menyadari potensi tersebut, dalam perkembangannya terdapat beberapa negara yang mulai menerapkan sistem ekonomi dan keuangan syariah yang terbukti memberikan kemaslahatan, kemajuan dan modernitas. Konsep ekonomi dan keuangan syariah yang rahmatan lil alamin merupakan suatu konsep yang inklusif dan melibatkan partisipasi aktif dari dan memberikan manfaat yang luas kepada semua pihak tanpa mengenal perbedaan keyakinan, ras dan negara.

Tujuan ekonomi syariah adalah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (al-falah) melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah dan thayyibah). Dalam konteks ekonomi, tujuan al-falah dijabarkan ke dalam beberapa tujuan antara, yaitu: (1) mewujudkan kemaslahatan; (2) mewujudkan keadilan dan pemerataan pendapatan; (3) membangun peradaban yang luhur; dan (4) menciptakan kehidupan yang seimbang dan harmonis. Preferensi seorang muslim dibangun atas kebutuhan akan mashlahah yang diterima di dunia, terlebih di akhirat. Mashlahah adalah setiap keadaan yang membawa manusia pada derajat yang lebih tinggi sebagai makhluk yang sempurna. Mashlahah dunia dapat berbentuk manfaat fisik, biologis, psikis, dan, material, atau disebut manfaat saja. Mashlahah akhirat berupa janji kebaikan (pahala) yang akan diberikan di akhirat sebagai akibat perbuatan mengikuti ajaran Islam.

Bank Indonesia menilai perlu upaya yang semakin intensif dalam mengembangkan sistem ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini didorong keyakinan bahwa sistem ini memiliki potensi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan stabilitas ekonomi dan keuangan domestik sehingga dapat tumbuh secara lebih berkelanjutan dan lebih berkeadilan. Oleh karena itu, pada Tahun 2020 ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyelenggarakan Pekan Ekonomi Syariah 2020 (PESyar) yang merupakan rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2020 (Road to Fesyar KTI) yang rangkaian kegiatannya akan dilakukan secara virtual mengingat kondisi pandemik covid-19 yang masih melanda wilayah Sulawesi Selatan.